AKSI NYATA MODUL 1.1 (PEMIKIRAN-PEMIKIRAN KI HAJAR DEWANTARA)

AKSI NYATA

Judul Modul : Bimbingan TIK

Nama Peserta : Nurkhoiriyah

  1. Latar Belakang:

Perkembangan teknologi informasi yang berkembang semakin pesat di Indonesia, khususnya didunia pendidikan mengharuskan pendidik dapat memberikan bimbingan, pemahaman dan pengetahuan serta keterampilan  terhadap peserta didik tentang bagaimana menyikapi, memfilter atau menyaring informasi yang sampai kepada peserta didik. Di dalam bimbingan teknologi informasi terkandung pengembangan karakter inovatif, kompetitif, disiplin, saling menghormati dan berjiwa seni, hal ini sejalan dengan pendidikan di sekolah yang tidak lepas dari pengembangan kreatif, inovatif, gotong royong, budi pekerti dan berakhlak mulia, sehingga dengan adanya bimbingan teknologi informasi peserta didik menghasilkan cipta, rasa dan karya yang dapat berkembang secara beriringan 

  1. Tujuan :

Setelah melaksanakan kesepakatan, peserta didik dapat:

  1. Menggunakan berbagai media pembelajaran 
  2. Terampil menggunakan berbagai media pembelajaran
  3. Termotivasi dan lebih giat dalam belajar
  4. Berkreasi dan berinovasi di bidang teknologi informasi
  5. Berprestasi di bidang teknologi informasi
  6. Membuat karya di bidang teknologi informasi
  7. Memfilter atau menyaring informasi yang sesuai dengan budaya Indonesia
  8. Memiliki pengetahuan yang luas dibidang teknologi informasi
  1. Tolok Ukur :

Ketercapaian dapat dilihat jika:

  1. Tersedianya  berbagai media pembelajaran sehingga peserta didik tidak jenuh
  2. Suasana belajar yang meyenangkan dan penuh Semangat
  3. Tersedianya layanan BTIK yang kreatif dan inovatif sehingga peserta didik menjadi aktif 
  4. Media pembelajaran yang bervariasi
  5. Memiliki prestasi
  6. Tetap berbudaya 
  7. Tidak ketinggalan informasi
  1. Linimasa tindakan yang akan dilakukan: 
  1. Membuat kesepakatan tentang materi pembelajaran dan metode pembelajaran serta media pembelajarannya sesuai dengan kebutuhan peserta didik pada hari Senin, 2 Nopember 2020
  2. Mensosialisasikan materi bimbingan teknologi informasi pada hari Senin, 2 Nopember 2020
  3. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran dilaksanakan mulai pada 2, 3, 4 Nopember 2020
  1. Dukungan yang dibutuhkan:
  1. Dukungan Kepala Sekolah
  2. Laboratorium komputer yang memadai
  3. Alat dan Bahan : Komputer, GF, Zoom Meeting, Smartphone
  1. Diskripsi Aksi Nyata

Setelah mempelajari pemikiran-pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang pengajaran dan pendidikan dimana pendidik harus dapat menjadi teladan dan panutan bagi peserta didik, mampu melihat dan menggali bakat minat/kodrat yang ada pada peserta didik, kemudian dapat membimbing,  mengarahkan, dan memotivasi serta mmendorong  peserta didik agar bakat minat/kodrat dari peserta didik dapat tumbuh dan berkembang secara optimal yang nantinya dapat bermanfaat bagi hidupnya, maka kegiatan selanjutnya pendidik akan mengimplementasikan pemimiran-pemikiran tersebut dalam betuk aksi  yang akan dilaksanakan di sekolah masing-masing. 

Berangkat dari pemikiran Ki Hajar Dewantara maka aksi nyata yang akan dilakukan di sekolah saya adalah bagaimana saya akan membuat kesepakatan dengan peserta didik dalam hal penyampaian materi pembelajaran, metode pembelajaran yang diinginkan, media pembelajaran yang sesuai harapan peserta didik sehingga harapannya nanti ketika proses pembelajaran berlansung sudah tidak ada lagi complain dari peserta didik maupun dari pendidiknya sendiri dan pembelajaran dapat dilaksanakan dengan suasana yang menyenangkan, nyaman, aktif  sesuai dengan budaya yang ada di sekolah layaknya sebuah keluarga.

Mengapa saya mengambil aksi nyata berupa kesepakatan dengan peserta didik? Menurut saya kesepakatan dengan peserta didik sangat perlu dibuat diawal kegiatan pembelajaran, agar semuanya nyaman terutama bagi peserta didik. Peserta didik akan merasa dianggap keberadaannya karena dari awal sudah diajak berkolaborasi untuk mencapai tujuan yang akan ditetapkan dalam pembelajarannya. Selama ini saya belum menerapkan kesepatan dengan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran saya, misalnya saya menentukan media pembelajaran yang digunakan untuk mengajar tanpa mempertimbangkan apakah peserta didik suka atau tidak, menarik atau tidak. 

  1. Hasil Aksi Nyata

Dari kegiatan yang dilaksanakan pada kelas X  pada kegiatan Bimbingan Teknologi Informasi (Bimbingan TI) saya mencoba menggunakan media tatap muka secara virtual untuk menyapa peserta didik terlebih dahulu, ternyata responnya mau ikut bergabung beragam antar kelasnya. Kelas X IPS 2 yang ikut 9 peserta didik,  kelas X MIPA 2 ada 25 peserta didik, kelas MIPA 3 ada 19 peserta didik dengan berbagai alasan   ada yang kuota habis, sinyal bermasalah, dan belum bangun tidur. Namun demikian secara umum kegiatan dapat berjalan lancar jaringan internet juga tidak ada kendala, dan yang terpenting kesepekatan yang saya rencanakan dapat dipahami, dimengerti, dan disetujui oleh para peserta didik, mereka senang diajak bermusyawarah bersama guru untuk membuat kesepakatan bersama dalam menentukan keberlangsungan proses pembelajaran yang sebelumnya belum pernah dilakukan. 

  1. Pembelajaran yang didapat dari pelaksanaan

Setelah melaksanakan  kesepakatan dengan peserta didik, saya merasa lebih nyaman dan bertambah semangat dalam mempersiapkan diri sebagai pendidik, akan terus belajar mencari hal-hal baru yang nantinya akan saya sampaikan kepada peserta didik, keinginan untuk menggali lebih dalam potensi yang ada pada diri saya dan peserta didik dengan harapan nantinya peserta didik mendapatkan sesuatu yang baik dan optimal dari diri saya maupun dari diri peserta didik sehingga kelak dapat bermanfaat bagi hidupnya. Pikiran-pikiran positif juga bermunculan dari dalam diri saya untuk terus meningkatkan kompetensi saya pada hal-hal yang baru untuk kepentingan saya maupun peserta didik.

  1. Rencana Perbaikan untuk pelaksanaan di masa mendatang

Dari kegiatan yang telah dilaksanakan, tentunya masih terdapat hal-hal yang belum tercapai diantaranya siswa belum bisa masuk room meeting sesuai dengan jumlah siswa yang ada di kelas karena kuotanya habis, sinyal dilokasi peserta didik tidak stabil, sehingga menyebabkan informasi yang disampaikan ke peserta didik tidak maksimal, selanjutnya akan dilakukan perbaikan pada waktu mendatang yaitu memberi informasi seawal mungkin agar siswa dapat mempersiapkan kuota, dan mencari lokasi sinyal yang lebih stabil

  1. Dokumentasi dari kegiatan

Dokumentasi Kegiatan aksi nyata terdiri atas foto saat kegiatan dan testimony dari guru Mata pelajaran Fisika

  1. Foto dokumen kegiatan 
E:\backupku\Guru Penggerak\aksi nyata\dok aksinyata\WhatsApp Image 2020-11-03 at 13.20.19 (1).jpeg
Kegiatan aksi nyata membuat kesepakatan dengan peserta didik di kelas X MIPA 2
E:\backupku\Guru Penggerak\aksi nyata\dok aksinyata\WhatsApp Image 2020-11-03 at 13.20.33 (2).jpeg
Kegiatan aksi nyata membuat kesepakatan dengan peserta didik di kelas X IPS 2
E:\backupku\Guru Penggerak\aksi nyata\dok aksinyata\WhatsApp Image 2020-11-03 at 13.20.19 (3).jpeg
Kegiatan aksi nyata membuat kesepakatan dengan peserta didik di kelas X MIPA 3
  1. Dokumen kegiatan berupa testimoni : 
  2. Dari Guru Fisika Lintas Minat kelas X IPS 2 ( Ibu. Sutarsih, S.Pd) : Setelah mengikuti dan melihat pembelajaran bimbingan TI selama satu jam pada tanggal 3 – 11-2020: saya sangat setuju sekali jika dibuat kesepakatan dengan peserta didik sebelum masuk  ke materi pembelajaran, karena saya sendiri belum pernah melakukannya dan ini saya rasa anak dapat memilih materi yang akan dipelajari terlebih dahulu karena selama pembelajaran berjalan harus sesuai urutan kompetesi yang sudah ditentukan dari pusat, padahal pada materi2 saya sudah ada tapi di materi maple lain belum ada padahal itu menjadi dasar dari materi saya. Sehingga dengan saya ikut di room bimbingan TI ini menjadi motivasi saya untuk ikut membuat kesepakatan dengan peserta didik sebelum masuk ke materi.
  1. Dari Guru Fisika Lintas Minat kelas X MIPA 2 dan X MIPA 3 ( Ibu Siti Muryani, S.Pd) : Setelah mengikuti dan melihat pembelajaran bimbingan TI selama satu jam pada tanggal 4 s/d 5  November 2020: saya sangat setuju sekali jika dibuat kesepakatan dengan peserta didik di awal pertemuan, sebelum masuk  ke materi pembelajaran, karena saya sendiri belum pernah melakukannya dan ini saya rasa peserta didik lebih dimanusiakan dengan diajak bermusyawarah meskipun posisinya sebagai murid. Sehingga dengan saya ikut di room bimbingan TI ini menjadi motivasi saya untuk ikut membuat kesepakatan dengan peserta didikdi awal pertemuan sebelum masuk ke materi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *